Affiliate Program

Rabu, 15 Februari 2012

ANAK IKAN GABUS (JUVENIL Channa striata) PART 2

Salam....! Tetap semangat!

30 Januari 2012, saya memindahkan 6 ekor ikan Gabus ke balong (kolam ikan) pemijahan bersama ikan lainnya (ikan Nila dan Nilem). Hari itu hari Senin akhir di bulan Januari. Kemudian, setiap hari saya telusuri balong saya, dan pada hari Kamis (2 Feb 2012), terlihat ada induk ikan Gabus (Channa striata) yang bertelur, telurnya mengambang di permukaan air balong, keesokan harinya sudah ada yang menetas, terlihat anak ikan Gabus berwarna kehitaman, fotonya di bawah ini :


Keesokan harinya, saya ambil lagi fotonya......terlihat dibawah ini :


Dari anak ikan yang sama, saya ambil lagi fotonya pada tgl. 15 Februari 2012, ini hasilnya :


Untuk melihat gambar hidupnya, ini saya ambil juga pada tanggal 15 Februari 2012, silakan download di :


Terima kasih atas perhatiannya! See you all.....!

Senin, 26 Desember 2011

JUVENIL IKAN GABUS (SNAKEHEAD FISH)

Alhamdulillah..........praise to Allah!
KEEP YOUR SPIRIT @LIVE!
TIME : NOVEMBER – DECEMBER 2011
Sekali lagi, alhamdulillah....perkembangan/progressnya positif! Awalnya bertepatan dengan hari Idhul Adha, saya coba kumpulkan ikan Gabus (Snakehead) yang ada, dari balong/empang utama, kemudian saya seleksi. Saya pilih 1 ikan yang jantan yg sudah matang gonad dan beberapa betinanya (hehehe......tidak saya catat jumlahnya, jadi saya lupa......sekitar 5 – 6 ekor...maklum amatiiiir!)
Sebetulnya hampir tiap hari saya cek balong saya......nah....pas tanggal 19 Nopember 2011....saya lihat sudah ada juvenil ikan gabus + induknya......tidak langsung saya ambil gambarnya... Pada tanggal 21 Desember 2011 baru saya punya kesempatan untuk mengambil gambarnya di bawah ini (silakan klik link ini):

Sudah sebulan lebih umurnya. Saya ambil fotonya dengan zoom 4x.......agar lebih jelas, maksudnya!
Sebelumnya, tanggal 20 Desember 2011...pagi-pagi, saya temukan lagi Ikan Gabus yang bersama juvenil2nya.....keesokan harinya saya ambil fotonya dengan 4x zoom juga, hasilnya seperti di bawah ini (silakan klik link ini):

http://www.ziddu.com/download/18607931/IKANGABUS-TASIKSTILLPHOTO2ND-1.JPG.html


Bagi yang ingin melihat videonya, silakan download di link di bawah ini (klik or copy-paste):


http://www.ziddu.com/download/18619329/GABUS_1STb_2.flv.html


Semoga bermanfaat! Keep in touch!
Tasikmalaya, 27 Desember 2011

Minggu, 28 November 2010

Kultur Daphnia

Salam! Keep Yourself Alive!

Kali ini saya mencoba untuk menulis pengalaman saya membudidayakan/mengkultur Daphnia sp.- sejenis kutu air, udang renik - yang merupakan pakan hidup alami untuk ikan2 kecil/juvenil.

Sementara ini saya bekerja di Bogor, sedangkan rumah tinggal dan keluarga saya ada di Rajapolah Tasikmalaya. Sudah lama disini saya mencari info, tempat dimana saya bisa membeli bibit Daphnia sp. dan Moina sp. (=juga sejenis kutu air, udang renik). Akhirnya, pada bulan kemarin, Oktober 2010 saya mendapatkan info tempat saya bisa membeli bibit Daphnia sp. di Bogor (sebenaranya, katanya, tersedia di BBAT Sukabumi, tapi cukup jauh dan jalannya agak padat). Saya mendapat email dari salah satu blog yang berisikan info tersedianya bibit Daphnia sp., yakni di Bpk. Dani Indrawan, Jl. Palem Raja No. 20 Bubulak Cifor, Bogor.

Disana saya membeli 2 botol berisi bibit Daphnia sp. (jumlahnya acak) dengan harga Rp. 10.000/botol. Hari itu juga langsung saya bawa ke Rajapolah untuk dikembangbiakkan. Tempat/wadahnya telah disediakan berupa kolam terpal dengan dinding bambu ukuran (3 x 2) m2. Diisi air setinggi +/- 50 cm dan di tengahnya digantungi karung berisi kotoran kambing (+/- 5 kg) yang telah disiapkan sehari sebelumnya.

Esok harinya (18 Nop 2010), 2 botol bibit Daphnia sp. tersebut saya masukkan ke dalam kolam terpal. Sebagian atas kolam terpal tersebut saya tutupi dengan dedaunan agar tidak terlalu tersinari matahari secara langsung.

Setelah saya amati tiap hari sampai saya berangkat kembali ke Bogor tgl. 22 Nop 2010, alhamdulillah........jasad-jasad renik itu dapat hidup dengan damai, dengan harapan semoga dapat berkembang biak sehingga nantinya dapat saya gunakan untuk pakan larva ikan Gabus (Channa striata) apabila saya telah berhasil membudidayakannya.

Mohon do'a dari para pembaca budiman, agar proyek saya ini bisa berhasil, dan semoga bermanfaat. Bila ada yang ingin ditanyakan, silakan menghubungi saya di anwar.tassno@yahoo.co.id atau (sms) HP : +628112112962. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam Sukses Selalu!
Muhamad Anwar di Bogor

Senin, 05 Juli 2010

Pengalaman Musim Lalu

Welcome Back!

Pada awal musim hujan tahun lalu, saya menanam 20 ekor ikan Gabus, yang sebelumnya saya besarkan di kolam lain, rata-rata ukuran panjangnya +/- 30 cm.
Sebulan yang lalu, saya coba untuk memanennya (=ngabedahkeun, Bhs. Sunda)........masya Allah.....innalillahi wa inna ilaihi raji'un......apa yang saya dapatkan? Ha..ha...ha........ikan Gabus saya tinggal 4 ekor!!!
Pengalaman bagus!
Kemungkinannya :
1. Ikan-ikan Gabus saya melompat keluar balong (=empang), mencari tempat baru. Hal ini dimungkinkan, karena saya pernah melihatnya dengan mata kepala sendiri, bagaimana jagonya ikan ini melompat.....kekuatan ekornya bo....! Bisa juga keluar balong melalui saluran air masuk ke balong.
2. Dimakan predator. Ini dikarenakan, pernah terlihat adanya Biawak (= bayawak, Bhs. Sunda ;sejenis reptil spt. buaya, jauh lebih kecil).
Well..........tadinya mo nyoba memijahkan ikan-ikan ini......tapi apa daya......but....next time will be better.

Keep the spirit alive man!

Setelah balong kembali diairi, saya coba lagi bulan itu (Juni 2010) menanam ikan Gabus kecil sebanyak 17 ekor. Tentu saja sebelumnya saya perbaiki dulu balongnya dengan menutup lubang-lubang yang memungkinkan sang ikan nyosor keluar balong. Kalau melompat, gimana? Nanti saya coba lagi pikirkan caranya untuk mengatasi kendala ini.
Pengetahuan saya di Bogor, pada tiap empang kecil, hanya ada koloni sepasang ikan Gabus. So, bukan kebiasaan untuk ikan ini untuk hidup bergerombol, tentu saja kecuali pada semasa masih kecil, mereka bergerombol. Setelah dewasa, masing-masing mencari rumahnya untuk berpasangan. Mudah-mudahan dugaan saya ini salah. Kalau benar, harus berapa empang yang saya sediakan?

Kawan-kawan,
Experience is the best Teacher!
Okay,
Keep in touch!

Bogor, 6 Juli 2010

Senin, 09 November 2009

Persiapan Hadapi Musim Hujan

Alhamdulillah,
Tidak terasa, sudah hampir 1 tahun saya memasukkan benih ikan gabus ke balong/empang pembesaran. Waktu itu ukuran benih yang saya tebar kira-kira sebesar daun padi. Bulan kemarin (karena sementara ini saya bekerja di Bogor, sebulan sekali mudik ke Tasikmalaya) saya melihat di balong sudah ada ikan gabus yang ukuran panjangnya kira-kira 40 cm.

Saya merencanakan, setelah balong satu lagi terisi penuh air (di tempat saya tadah hujan, sehingga jika musim kemarau balong yang satu ini kering kerontang), ikan-ikan gabus yang cukup besar ini akan saya jadikan bibit untuk dipijahkan. Menurut teori dan pengalaman, dipicu oleh turunnya air hujan dan kecukupan pakan untuk larva ikan, ikan-ikan gabus yang sudah matang gonad ini akan memijah (sebelumnya juga sudah ada ikan gabus yang berpijah di balong ini).

Untuk mengatasi kendala kurangnya air pada musim kemarau, saya juga merencanakan, untuk kolam ini akan diterapkan sistem resirkulasi air (RAS), sehingga mudah-mudahan, walaupun musim kemarau, balong ini masih bisa berfungsi, mohon do'a dari semua......amiin!

Kita hanya bisa berencana, Allah jualah yang memastikannya. Saya sudah punya banyak rencana dengan ikan gabus, semoga Allah mengabulkan rencana-rencana saya itu. Amiin!

Sekian dulu......terima kasih atas perhatiannya dan bagi yang sudah berpengalaman dalam budidaya ikan gabus dan pengelolaannya, mohon saran dan kritiknya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Bogor, 10 Nopember 2009

Kamis, 29 Oktober 2009

Ikan, Makanan Penghasil Albumin Terbanyak

ALBUMIN memegang peran penting bagi sistem metabolisme dalam tubuh. Tiap hari tubuh membutuhkan zat ini dengan kadar antara 3,5 gram per desiliter (g/dl) sampai 4,5 g/dl. Hati adalah organ utama yang memproduksi albumin.
Namun, Anda tidak bisa hanya memasrahkan produksi zat ini kepada hati. Apalagi, masa pakai albumin dalam tubuh hanya bertahan tujuh hari sampai 10 hari. Tubuh juga membutuhkan bantuan protein dari asupan makanan bergizi setiap hari dalam memproduksi albumin.
Dalam makanan, protein bisa didapat dari hewan maupun sayur-sayuran. Protein hewani bersumber dari berbagai jenis ikan, daging, dan telur. Sedangkan sayur-sayuran penghasil protein nabati.
Berdasarkan beberapa penelitian, ikan gabus memiliki kandungan atau kadar protein tinggi, yang berperan membantu pembentukan albumin. Tak heran bila pasien pasca pembedahan dianjurkan banyak mengkonsumsi ikan gabus untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
Suhanto, dokter dan Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Mediros, di Jakarta Timur, bilang, meningkatkan kadar albumin tak harus dengan selalu mengkonsumsi ikan gabus. “Pada dasarnya, ikan memiliki protein paling baik,” imbuhnya.
Memang, ikan gabus yang punya banyak nama lain ini mengandung protein lebih tinggi dibandingkan ikan air tawar lainnya. Kadar proteinnya sekitar 20 gram dalam ikan berbobot 100 gram. Hanya ikan bandeng yang bisa menandingi kadar tersebut. Sedangkan ikan lele dan ikan mas hanya memiliki kadar protein 16 gram dan 17 gram.
Ikan gabus sangat mudah ditemukan di pasar. Umumnya, dijual dalam bentuk kering asin dan segar dengan kandungan protein yang setara, hanya, ikan asin memiliki kadar garam lebih tinggi dan berpotensi menyebabkan hipertensi atau darah tinggi.
Ikan gabus juga mudah dicerna oleh tubuh. Rendahnya serabut kolagen menyebabkan tekstur dagingnya lebih empuk ketimbang daging ayam dan sapi. Makanya, ikan gabus cocok dikonsumsi bayi yang belum sempurna saluran pencernaannya dan orang yang baru selesai menjalani operasi pembedahan.
Ikan laut juga dikenal punya protein tinggi. Misalnya, kadar protein dalam 100 gram ikan tuna mencapai 22 gram. Bandingkan dengan kandungan protein dalam telur, yang biasa dikonsumsi orang setiap harinya. Rata-rata kandungan protein dalam telur hanya sebesar 13 gram.

Paket Irit Meminum Ekstrak Ikan Gabus
JIKA pascapembedahan belum bisa memakan makanan berat, si pasien dapat mengkonsumsi ikan gabus. Tapi yang diambil hanya sari ikan itu saja. Caranya, rebus ikan gabus hingga seluruh sarinya keluar. Kemudian, sari ikan disaring dan dikonsumsi/diminum layaknya air minum.
Memang, rasa dan baunya yang amis membuat ekstrak ikan gabus tidak popular. Padahal, ekstrak ini bermanfaat bagi tubuh. Bahkan, khasiat ekstrak ikan gabus bisa setara dan bisa menggantikan serum albumin. Harganya juga murah, ketimbang sebotol serum albumin yang sampai Rp. 1 juta (isi = 10 ml).
Penggunaan ekstrak ikan gabus sebagai pengganti serum albumin diperkenalkan oleh Eddy Suprayitno M.S., professor di Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Malang. Dari hasil penelitiannya terungkap, dengan mengkonsumsi 2 kilogram ekstrak ikan gabus setiap hari selama delapan hari bisa meningkatkan kadar albumin dalam tubuh, dari 1,8 g/dl menjadi 3,5 g/dl.
Eddy membandingkan dengan konsumsi 15 butir telur per hari selama delapan hari. Hasilnya, konsumsi telur malah menimbulkan efek samping, yaitu kolesterol.
(Oleh : Sanny Cicilia Simbolon dalam SK KONTAN Edisi Selasa, 27 Oktober 2009)
29 Oktober 2009

Jumat, 04 September 2009

IKAN GABUS, SELAYANG PANDANG.....

Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah: aruan, haruan, betutu (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo, deleg (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).
Gabus dan kerabatnya termasuk hewan Dunia Lama, yakni dari Asia (genus Channa) dan Afrika (genus Parachanna). Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut.
Ikan gabus merupakan ikan darat yang cukup besar, dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1 m. Berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead), dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya.
Sisi atas tubuh --dari kepala hingga ke ekor-- berwarna gelap, hitam kecoklatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata, bercoret-coret) yang agak kabur. Warna ini seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya
Ikan gabus biasa didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok.
Seringkali ikan gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan di sana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui ‘berjalan’ di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele atau betok) namun lebih primitif.
Pada musim kawin, ikan jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan dekat tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan. Kelompok muda ini dijagai oleh induknya.
Salah satu kerabat dekat gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg.
Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit.
Untuk selengkapnya silakan baca di: http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_gabus
(Sumber : Wikipedia)
Untuk lebih mengenal jenis/spesies lain ikan gabus, dapat juga dibaca di : www.snakeheads.org terutama yang banyak terdapat menyebar di Amerika dan Eropa.